Peran Coach di dalam Organisasi

Saat ditunjuk sebagai CEO Google tahun 2001, Erick Schmidt, ditawari untuk bekerjasama Bill Campbell sebagai coach-nya. Saat itu dia merasa tidak membutuhkan coach tapi tawaran itu tidak bisa ditolak karena coach adalah bagian dari struktur kepemimpinan di Google. Dalam catatan refleksi dirinya di tahun pertama, dia mengakui bahwa dia sangat terbantu dengan kehadiran seorang coach di tahun pertamanya. Sejak itu Eric sangat mendorong adanya peran coach dalam setiap organisasi.

Sama seperti seorang juara dalam dunia olahraga pasti memiliki seorang coach, seorang Eric pun yang dianggap sebagai "most influential tech executives in history" membutuhkan seorang coach.

Coach mengamati dan memberikan feedback atau masukan kepada yang bersangkutan sehingga bisa menjadi lebih fokus atau lebih baik dalam kepemimpinan atau dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Beruntunglah para individu yang berkarya di perusahaan yang menyediakan fungsi coach secara struktural melalui mekanisme dan sistem tertentu sehingga tidak ketergantungan pada faktor "kebetulan" saja. Tidak semua individu yang beruntung bertemu dengan seorang coach dalam perjalanan kariernya. Bagaimana dengan anda? Siapakah coach anda?

Eddi Sutanto
Managing Partner at Asture Solutions